Liesnaeka's Blog

Walau sibuk tetap berprestasi ”Saya sempat ‘frustasi’ gara-gara idealisme yang tinggi,”

Posted on: Juni 22, 2009

Siang itu SMA Muh 3 Yogyakarta begitu ramai, banyak anak-anak yang bersiap mengikuti sholat dhuhur, Kuntum segera memasuki laboratorium Biologi. Sambil mengobrol dengan teman-teman Muga, tak lama guru yang Kuntum tunggu pun datang.

“Maaf, saya habis mengajar,” ujar beliau seraya tersenyum. Ya, dialah Bu Menik………….., Bu yang akrab disapa bu Menik ini merupakan seorang guru yang sudah lama berkecimpung didunia Biologi dan KIR. Maklum, selain beliau mengajar Biologi, beliau juga aktif sebagi pembimbing KIR di SMA Piri 1 Yogyakarta dan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta (Muga).

“Saya mengajar di Piri sejak tahun 1999, lalu mengampu KIR tahun 2002 dan saat itu pula saya menikah dengan suami saya,” tutur beliau. Ya, Bapak Hanafi E. Utoyo (almarhum) adalah suami Bu Menik yang berprofesi sebagai pengajar juga. Pak Hanafi memang seorang yang sangat suka membaca, hari-harinya banyak dihabiskan untuk mengajar, membaca, menulis dan berkarya. Selain itu, pak Hanafi merupakan pembimbing KIR yang kaya akan prestasi. Dan Bu Menik pun akhirnya juga tambah senang menekuni dunia tersebut.

Awal mengajar, Bu Menik mengalami kendala adaptasi, ”Saya sempat frustasi gara-gara idealisme saya yang tinggi,” tuturnya. Beliau terobsesi semua muridnya bisa paham dengan apa yang Bu Menik ajarkan. Namun, bu Menik kurang sadar bahwa setiap siswa memiliki karakter yang berbeda-beda. Akhirnya bu Menik bisa menerima keadaan ini dengan waktu kurang lebih setengah tahun.

Kini bu Menik nyaman dengan kehidupannya, tak ada rasa bosan untuk mengajar.”Guru itu pendidik, bukan pengajar. Jadi bukan jamannya lagi seorang guru marah kepada siswanya. Jika guru marah lalu keluar kelas, siswanya malah senang.” Jika memang di kelas murid-muridnya ramai, bu Menik lebih memilih untuk diam, bu Menik ingin siswa-siswanya merasa nyaman dulu dengan beliau. Setelah nyaman, baru Bu Menik menyampaikan materi-mateorinya.

“Saya harus mengenal siswa satu per satu dan tahu karakter masing-masing, tanpa itu semua saya tidak bisa dekat dengan siswa,” tutur beliau. Saat Kuntum bertanya “kok bisa mengenal semua siswa, padahal bu Menik di Muga hanya dua jam?”

Bu Menik tersenyum, beliau menanggapi dengan lugas, “bimbingan itu tidak hanya di sekolah kan?” Yah, dengan kesabaran beliau, di rumahpun Bu Menik tetap mau membimbing siswa, ”Asal jangan waktu magrib sampai Isya’ karena saat itu waktu untuk Sholat.”

Beliaupun juga menekankan agar siswa KIR memiki karya, alhasil pada tahun 2007/2008, dengan bimbingan bu Menik sudah ada 7 piala yang dipersembahkan KIR untuk sekolah. Motivasi yang kuat itulah yang membuat siswa mau berkarya. “Sebenarnya semua siswa itu bisa berkarya, wong KIR tidak begitu menggunakan hitung-hitungan njlimet. Bahkan, pernah ada anak yang tidak lulus UAN tapi dia juara karya tulis tingkat Jawa-Bali, jadi kenapa kita harus takut membuat karya?” ungkap beliau.

Dengan kapasitas beliau sebagai guru di dua sekolah, beliau merasa bisa membagi waktu meskipun beliau mengampu mata pelajaran Biologi dan ekstrakulikuler KIR. Terbukti dengan tidak terlihatnya gurat capek di muka Bu Menik ini, ”Kuncinya adalah niatkan ibadah dan buatlah jadwal sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi tabrakan jadwal,” tutur beliau.

Bisa membuat siswa yang tadinya pendiam menjadi bisa berbicara dimuka umum bahkan bisa membuat karya tulis dan dipresentasikan, merupakan suatu kebahagiaan terbesar bagi Bu Menik. “Saya sangat bahagia sebagai seorang guru, saya berhasil memotivasi siswa tersebut.”

Bu Menik pun berpesan, ”Mulailah peka terhadap persoalan-persoalan lingkungan, karena itu semua bermakna bagi hidup kita,” . Selamat berkarya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori

Arsip

%d blogger menyukai ini: