Liesnaeka's Blog

Saatnya Remaja Memimpin !

Posted on: Juni 22, 2009

Jikapun tidak bisa memimpin oranglain, alangkah baiknya diawali dengan memimpin diri sendiri,” itulah kata-kata yang sering kita dengarkan. Memang, menjadi pemimpin itu tidak mudah, menurut Nugroho (2008) secara mendasar kepemimpinan itu berarti mempengaruhi orang lain, dan pemimpin adalah anggota dari suatu perkumpulan yang diberi kedudukan tertentu an diharapkan dapat bertindak dengan menggunakan pengaruhnya untuk mempengaruhi orang lain.
So, intinya adalah mempengaruhi orang lain. Masih ingatkah pelajaran sejarah? Seorang patih yang bisa menyatukan bangsa Indonesia. Ya, patih Gajah Mada. Kerja keras dan jiwa kepemimpinannyalah yang bisa membuat bangsa kita bersatu.
Menurut Tatang M. Amirin (1983), sifat-sifat yang mendasari kepemimpinan adalah kecakapan memimpin. Paling tidak, dapat dikatakan bahwa kecakapan memimpin mencakup tiga unsur kecakapan pokok, yaitu: [1] Kecakapan memahami individual, artinya mengetahui bahwa setiap manusia mempunyai daya motivasi yang berbeda pada berbagai saat dan keadaan yang berlainan. [2] Kemampuan untuk menggugah semangat dan memberi inspirasi. [3] Kemampuan untuk melakukan tindakan dalam suatu cara yang dapat mengembangkan suasana [iklim] yang mampu memenuhi dan sekaligus menimbulkan dan mengendalikan motivasi-motivasi. Nah, masalahnya, apakah dalam masyarakat, eksistensi remaja sebagai calon pemimpin bangsa sudah diakui?
Memang, dalam sekolah keberadaan pelajar sudah diakui, seperti IPM, OSIS, pecinta alam dan lainnya. Namun, jika mereka sudah kembali di masyarakatnya, apakah eksistensinya dalam berorganisasi diakui?
Pastinya ada yang menjawab iya ataupun tidak. Dalam masyarakat, biasanya orang yang dituakanlah yang akan memegang kepemimpinan. Remaja masih dianggap perlu banyak belajar. Bahkan lebih ekstrim lagi, kadang-kadang para orangtua kurang menghargai pendapat remaja dalam musyawarah-musyawarah di kampung. Siapa yang paling dituakan, dia yang paling benar. Senioritas…
Sebagai remaja, banyak hal yang bisa kita lakukan agar jiwa kepemimpinan kita terasah, mulailah dari kita sendiri, lebih tertib, lebih teratur. Menurut Nugroho (2008), ciri-ciri pemimpin adalah mencintai kebenaran, dapat dipercaya, memiliki kemampuan dibidangnya, suka bergaul, semangat dan bertanggung jawab.
Ciri diatas memang banyak, tapi itulah pemimpin. Lihat saja kebelakang, seorang tokoh Muhammadiyah yaitu KHA. Dahlan, walaupun awalnya beliau dicerca ‘hanya’ karena persoalan arah kiblat, namun kini semua arah kiblat sesuai dengan yang dihitung beliau. Dengan keberanian, kepintaran dan mampu mempengaruhi oranglainlah beliau dapat membuat organisasi yang kini telah besar ini. Akhirnya, marilah kita mencoba, belajar menjadi pemimpin!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori

Arsip

%d blogger menyukai ini: