Liesnaeka's Blog

Mayoga Book Lover, Tempatnya Para Pencinta Buku

Posted on: Juni 22, 2009

Suka buku? Punyakah komunitas yang memiliki kecintaan yang sama terhadap buku? Yap, banyak keuntungan jika kita memiliki komunitas, salah satunya kita bisa bertukar informasi tentang dunia buku. Nah, Kuntum berhasil mewawancarai sebuah komunitas pecinta buku sekolah yaitu MBL, organisasi di bawah perpustakaan MAN 3 Yogyakarta yang menjadi juara 1 perpustakaan terbaik tingkat Nasional tahun 2008.

Siang itu, Kuntum berkunjung ke Mayoga, pas saat itu, MBL mengadakan Bookaholic yang merupakan training untuk anggota MBL dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional. Rencananya, kami akan bertemu dengan Presiden Rahayu (sebutan untuk ketua MBL, hehe) dan Pak Afif sebagai pembina MBL.

Sambil menunggu pak Afif yang sedang mengisi materi di Bookahilic, kami berbincang-bincang dengan Rahayu. Menurut siswi kelas XI yang biasa dipanggil Ai ai ini, MBL merupakan sebuah organisasi yang dibentuk karena adanya kecintaan siswa MAN 3 pada buku. “Saya masuk MBL ketika kelas X, saya tertarik dengan MBL karena banyak hal istimewa yang didapat anggota MBL, misalnya ketika siswa lain hanya boleh meminjam 2 buku di perpustakaan, anggota MBL diperbolehkan meminjan 4 buku, selain itu jika ada buku baru anggota MBL-lah yang diperbolehkan meminjam lebih awal, bahkan kami juga diajari dan praktek menjadi petugas perpustakaan,” kata Ai ai bangga.

Tak lama kemudian Pak Afif datang, dengan senyum ceria beliau bergabung dengan kami. Pak Afif sejak tahun 2006 sudah membina MBL. “Sebenarnya MBL ini sudah ada sejak tahun 2004, waktu itu ada beberapa siswa MAN 3 yang sangat cinta terhadap buku, mereka mengusulkan kepada perpustakaan sekolah untuk membuat sebuah komunitas pecinta buku. Nah, mulai dari situlah MBL berkembang. ‘geng’ kami awalnya tidak banyak kegiatan, tapi lama-lama dengan berbagai perbaikan disana-sini MBL mulai  berkembang,” tutur beliau.

Memang banyak sekali kegiatan yang dilakukan MBL, program kerja yang mereka buat mencapai 20 kegiatan dalam satu tahun. Bukanlah hal yng mudah untuk megerjakan semua program tersebut, hal ini karena MBL bukanlah ekstrakulikuler atau Dewa (sebutan untuk OSIS di Mayoga). “Pesonel kami susah sekali untuk kumpul rapat, kami sering curi-curi waktu, karena ekstrakulikuler di Mayoga udah full dari senin sampai Sabtu, tapi alhamdulillah teman-teman tetap antusias dan mendukung acara-acara kami,“ tutur Ai ai. Yap, MBL memang memiliki ‘pesona’ dimata siswa-siswa MAN 3, tak jarang walau rekruitmen anggota MBL sudah tutup, tapi masih banyak siswa Mayoga ingin masuk ke MBL. Ketika ada acara MBL, banyak guru ekstrakulikuler mengeluh, karena selalu saja ada siswanya yang ijin untuk mengikuti acara MBL.

Semangat teman-teman MBL memang patut diacungi keempat jempol kita. Satu bulan yang lalu, MBL mengadakan kegiatan kepenulisan yang dihadiri oleh penulis-penulis kondang  dan menargetkan peserta 100 orang, dengan promosi disana sini sampai berkunjung ke berbagai sekolah, akhirnya target peserta diluar perkiraan. Peserta mencapai 125 orang! Alhasil, aulapun tak mampu menampung para peserta. “Membludaknya peserta membuat kami kalang kabut, akhirnya mau tak mau peserta yang tidak kebagian tempat mengikuti pelatihan dari luar,” tutur pak Afif.

Saat ini anggota MBL ada 60 orang dengan berbagai divisi, melihat organisasi yang ‘gemuk’ ini, organisasi MBL ini akhirnya diurusi oleh belasan pengurus. Bedanya, pengurus yang mengorganisir segala kegiatan MBL, sedangkan anggota cukup mengikuti acara-acara MBL saja. Maklum, kegiatan MBL dibagi menjadi dua katagori, yaitu MBL untuk MBL dan MBL untuk semua siswa maupun umum. “ Walaupun pembina kami juga sibuk mengajar dan membina di sekolah-sekolah lain, kami tidak kekurangan perhatian dari beliau, segalakegiatan kami dipantau oleh beliau,” tutur Ai ai dengan halus.

Pak Afif dengan tertawa menjawab,” Ya iyalah mereka nggak kurang perhatian, maklum mereka sering ‘mengompasi’ (meminta ditraktir-red) saya, hehe”. Yap, dalam wawancara ini Pak Afif sering kali kali bercanda dengan kami, mungkin itu jugalah yang membuat teman-teman MBL ‘lengket’ dengan organisasi ini.

Pihak sekolahpun juga mendukung dengan adanya MBL,  “Saya sangat mendukung adanya MBL di sekolah, organisasi tersebut memang bagus untuk menumbuhkan motivasi membaca dan gerakan ‘iqro di kalangan siswa. Saya harap MBL lebih maju dan mandiri,” tutur kepala sekolah MAN 3, Bapak Mulyadi.

Yap, tak salah jika pembaca mengikuti jejak teman-teman MBL ini, tak hanya sukses secara intelektual tapi juga sukses menjadi calon event organizer, hehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori

Arsip

%d blogger menyukai ini: