Liesnaeka's Blog

Ayo Perangi Malas !

Posted on: Juni 22, 2009

Bukan rahasia lagi kalau kebanyakan pelajar tidak suka membaca buku pelajaran. Biasanya buku pelajaran kita pajang rapi di rak, dan kita buka pada waktu pelajaran atau persiapan ulangan saja, lebih asyik baca majalah, komik atau novel. Iya tidak ?

Apalagi dengan pelajaran yang membosankan, guru ceramah terus, kita cuma mendengar dan menulis. Malas kan?

Lain lagi kalau ada ekstra kulikuler bahasa Inggris, di salah satu sekolah hampir 90% siswanya tidak masuk. Eh, ketika di kantin ternyata ada siswa ekstra tersebut yang sedang asyik makan soto dan ketika ditanyai mengapa dia tidak masuk dia Cuma bilang, “Malas nie.”

Begitu juga  kehidupan organisasi di sekolah, ketika ada rapat, hanya segelintir pengurus yang datang, dan ketika ditanyai kenapa alasan teman-temannya tidak datang, ternyata sebagian besar menjawab singkat,”Malas.”

Yang lebih mengkhawatirkan, sebut saja Dimas, dia siswa kelas X, ketika ditanyai penulis kenapa tidak belajar padahal hari itu ulangan umum, dia dengan enteng menjawab,”Buat apa sih belajar? Buang-buang waktu aja. Malas. Paling kalau belajar cuma dapat nilai 6. Buka buku aja beres, tinggal nyontek, dan 100% jawaban pasti benar.”

Itulah beberapa potret buram kemalasan teman-teman kita. Kenapa sih kita malas? Kita telaah yuk secara psikologis dengan perbandingan cerita seorang aktivis IRM yang bersusah payah mencari sponsor untuk dana pengajian akbar yang diselenggarakan di sekolahnya, dengan beban tugas sebagai humas dia harus mengumpulkan dana kurang lebih Rp. 500.000,- dia pontang-panting dari perusahaan satu ke perusahaan lain untuk mengejar target : Rp. 500.000,- dan akhirnya dana tercukupi sehingga pengajian pun berjalan sukses.

Kenapa sih aku malas? Pertanyaan itu mungkin pernah ada dalam pikiran kita, nah, ada beberapa factor yang menyebabkan kita malas :

1.  Tidak Adanya Target

Seperti siswa yang makan soto di kantin padahal waktu itu ekstra bahasa Inggris di sekolahnya mungkin bisa dijadikan suatu contoh tidak adanya target dalam dirinya. Dia tidak memiliki target harus bisa bahasa Inggris, atau minimal nilai rapor Bahasa Inggrisnya delapan, sehingga dia dengan santainya tidak megikuti peluang yang ada di depan matanya. Berbeda dengan seorang aktivis tadi, dia memiliki target harus mengumpulkan uang Rp. 500.000,- sehingga dia dengan gigih berusaha mendapatkannya. Sama seperti halnya apabila kita ingin rangking satu dikelas, maka kita akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk meraih target tersebut.

2. Tidak Yakin Bermanfaat atau Berhasil

Dimas, dia tidak yakin mendapatkan nilai yang bagus apabila dia belajar, dia lebih suka membuka buku waktu ulangan, suatu cara yang sangat beresiko, dan sama saja membodohi dirinya sendiri, Dimas sekolah untuk mencari nilai, bukan mencari ilmu.

3. Tidak Adanya Tanggung jawab

Ada beberapa hal yang menyebabkan malas, tidak adanya rasa tanggung jawab. Contohnya saja seorang pengangguran yang belum menikah, dia tidak dituntut oleh istrinya maupun anaknya. Dia bebas. Berbeda dengan aktivis diatas, dia bersusah payah menyelesaikan pekerjaannya karena itu adalah tanggungjawabnya.

4. Tidak Adanya Ancaman atau tantangan

Bayangkan apabila kita sedang jalan-jalan, eh, ternyata ada anjing yang mengejar kita dengan muka beringas, pasti kita spontan lari terbirit-birit dan berusaha melompati pagar setinggi apapun yang dalam keadaan normal kita mustahil melompatinya.Nah, disini ancaman memegang peranan penting menstimulir “action”. Dengan adanya tantangan-tantangan itu, kita jadi awas dan sigap.

Nah, jelaslah sebab-sebab penyakit malas itu. Ada beberapa jalan keluarnya, yaitu :

1. kita memiliki target yang yang terencana dan dengan motivasi yang dalam serta kuat.

2. Kita harus yakin dengan manfaat dari usaha yang kita lakukan .

3. Kita lakukan tugas dan rencana dengan penuh rasa tanggung jawab.

4. Kita temukan dan gunakan kekuatan kita dengan jalan menstimulasi diri kita dengan tantangan hidup.

Semangat!! yuk perangi malas!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori

Arsip

%d blogger menyukai ini: